Keseimbangan Ekonomi dalam Islam
(Economy Equilibrium)

Kesimbangan hidup dalam Islam dapat tercipta, bila lima kebutuhan dasar (menurut Asy-Syathibi) –ad-dien, al-‘aql, al-maal, an-nafs dan an-nasl—terpenuhi. Yang tentunya dilaksanakan dalam bingkai tiga dimensi –dharuriyat (primer), hajjiyat (skunder) dan tahsiniyyat (tertier)—

DHARURIYAH

Al-‘Aql Al-Maal

Ad-Dien

An-Nafs An-Nasl
HAJJIYYAH TAHSINIYYAH

Beberapa dalil yang menerangkan tentang anjuran melaksanakan keseimbangan ekonomi, diantaranya :

“Dan orang2 yang apabila membelanjakan harta, mereka tidak berlebihan dan tidak pula kikir, dan adalah keadaan itu ditengah-tengah antara yang demikian.” (al-Furqan:67)

“ Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca (keseimbangan) itu”. (ar-Rahman:9)

Hirarki Ekonomi.

Adanya gradasi (hirarki) dalam ekonomi menurut Islam adalah merupakan Sunnatulah (hukum alam) dan sah adanya. Selain itu hal ini juga sebagai bukti keseimbangan dalam perekonomian.

Adapun “kesenjangan” adalah lawan dari Sunnatullah (dibuat atas keserakahan sebagian manusia), yang justru merusak keseimbangan. Diantara ayat2 yang mendukung hal ini :

“…Dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian lainnya. Dan rahmat Tuhanmu jauh lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” ( az-Zukhruuf:32)

“Dan Allah melebihkan sebagian kamu dari sebagian lainnya dalam hal rizqi……”(an-Nahl:71)

“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa2 di bumi, dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian yang lain beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang telah di berikanNya kepadamu…” (al-An’am:165)

CONTOH DOANG

1. Keseimbangan dalam Demand & Supply mempengaruhi keseimbangan Harga.

P d s

P1
P*

Q2 Q* Q1 Q

2. Keseimbangan dalam sistem Upah (Distribusi Pendapatan)

 Kapitalis —- maximasi laba dengan tujuan memaksimumkan kepuasan atas keinginan
 Sosialis —— pengagungan kekuasaan buruh, dengan menyatakan bahwa surplus value ( sumber dari pertumbuhan) adalah eksploitasi
 Islam ———- pemodal dan buruh harus berlaku adil. Buruh melaksanakan segala kewajibannya dengan baik, dan Pemodal harus memenuhi kebutuhan minimum buruh (sesuai akad) + Zakat (trmsk; Infaq, Shadaqah)