by : Yuke Rahma

PRINSIP PEMBIAYAAN

1. Sistem jual beli :
a. Murabahah : Definisi : Akad jual beli antara bank dengan nasabah. Bank membeli barang yang diper lukan dan menjualnya kepada nasabah sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan yang disepakati. Sistem margin : keuntungan yang disepa- kati. Obyek murabahah harus ada sep: Kendaraan, Rumah dan lainnya. Apabila nasabah melakukan pembayaran secara diangsur, disebut Bai’ Bitsaman ‘Ajil (BBA) –

b. Salam : Menggunakan prinsip jual beli. Sistem margin. Suatu transaksi jual beli dimana pembayaran dilakukan secara tunai dimuka, namun pengiriman /penyerahan barang dilakukan dikemudian hari.

c. Istishna’: Menggunakan prinsip jual beli. Sistem margin. Merupakan kontrak penjualan antara pembeli dan pembuat barang dan penyerahan barang dilakukan kemu dian hari, sedangkan pembayaran- nya dapat dilakukan dimuka, diakhir atau secara cicilan.

d. Ijarah : Menggunakan prinsip jual beli atas jasa, baik jasa atas sewa barang atau jasa service/skill. Sistem ujroh (upah sewa/fee). Ijarah adalah akad pemindahan hak guna atas barang atau jasa, melalui pembayaran upah sewa tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barang itu sendiri.

e. Ijarah Muntahiya Bittamlik : Akad sewa yang diakhiri dengan kepemi – milikan barang ditangan penyewa (Perpin- dahan Kepemilikan).

• Dalil-dalil :
“…Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…”
(QS. Al Baqarah : 275)

“Pendapatan yang paling afdhal adalah hasil karya tangan seseorang dan jual beli yang mabrur”. (HR. Ahmad Al Bazzar Ath Thabrani)

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkata : “Barangsiapa yang melakukan salaf (salam), hendaknya ia melakukan dengan takaran yang jelas dan timbangan yang jelas pula, untuk jangka waktu yang diketahui.”

Dari Shuhaib ra, bahwa Rasulullah bersabda : “Tiga perkara didalamnya terdapat keberkahan : Jual beli secara tangguh; …”.
(HR. Ibnu Majah)

2. Sistem bagi hasil :
a. Musyarakah :
• Definisi : Akad kerjasama usaha patungan antara dua pihak atau lebih pemilik modal utk membiayai suatu usaha yg halal dan produktif.
• Keuntungan dibagi sesuai nisbah yang disepa- kati.
• Berbentuk kerja sama antara bank dan nasabah.
• Menggunakan sistem bagi hasil.
• Revenue atau profit sharing.
• Porsi dana bank kurang dari 100%

Macam-macam
• Syirkah al-’Inan : kerjasama beberapa pihak dg porsi dana, kerja, bagi hasil dan tanggung jawab yang tidak mesti sama
• Syirkah muwafadah : Porsi dana, kerja, bagi hasil dan tanggung jawab yang sama
• Syirkah ’amal : Kerjasama profesi (tanpa dana)
• Syirkah wujuh : kerjasama dg skim beli kredit, jual tunai
• Syirkah al-mudharabah : kerjasama antara pemilik modal dan pengusaha

b. Mudharabah :
• Definisi : Akad kerjasama usaha patungan antara dua pihak atau lebih pemilik modal untuk membia- yai suatu usaha yang halal dan produktif.
• Keuntungan dibagi sesuai nisbah yang disepakati.
• Berbentuk kerja sama antara bank dan nasabah.
• Sistem bagi hasil.
• Revenue atau profit sharing.
• Porsi dana bank 100%

AL-HADITS :

“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Sayyidina Abbas bin Abdul Muthallib jika memberikan dana ke mitra usahanya secara mudharabah ia mensyaratkan agar dananya tidak dibawa mengarungi lautan, menuruni lembah yang berbahaya, atau membeli ternak yang berparu-paru basah. Jika menyalahi peraturan tersebut, maka yang bersangkutan bertanggung jawab atas dana tersebut. Disampaikanlah syarat-syarat tersebut kepada Rasulullah SAW dan Rasulullah pun membolehkannya.”
(HR. Thabrani)

c. Muzara’ah :
• Kerjasama pengolahan pertanian antara pemilik lahan dengan penggarap dengan bagi hasil atas dasar hasil panen
• Sistem bagi hasil
• Ada 2 jenis :
• Muzara’ah : benih dari pemilik lahan
• Mukhabarah : benih dari si penggarap

AL-HADITS :

Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW pernah memberikan tanah Khaibar kepada penduduknya untuk digarap dengan imbalan pembagian hasil buah-buahan dan tanaman.

Diriwayatkan oleh Bukhari dari Jabir bahwa kaum Arab senantiasa mengolah tanahnya secara muzara’ah dg rasio bagi hasil 1/3:2/3, ¼:3/4, ½:1/2. Maka Rasulullah bersabda : “Hendaklah menanami atau menyerahkannya untuk digarap, barangsiapa tidak melakukan salah satu dari keduanya, tahanlah tanahnya.”

d. Musaqat :
• Merupakan bentuk sederhana dari muzara’ah, dimana si penggarap hanya bertanggung jawab atas penyiraman dan pemeliharaan
• Bagi hasil atas hasil panen

AL-HADITS :

Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW pernah memberikan tanah dan tanaman kurma di Khaibar kepada Yahudi Khaibar untuk dipelihara dengan mempergunakan peralatan dana mereka. Sebagai imbalan, mereka memperoleh prosentase tertentu dari hasil panen.